Senin, 10 Mei 2010
faksimile
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Faksimile atau biasa dikenal dengan faks, berasal dari kata 'fac simile' (make similar) dalam bahasa latin, yang artinya membuat salinan yang sama dengan aslinya. Dalam bidang yang lain, mesin faks juga dapat disebut telecopier. Mesin faks adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan dokumen dengan menggunakan suatu perangkat yang mampu beroperasi melalui jaringan telepon dengan hasil yang serupa dengan aslinya.
Sedangkan Menurut A.G. Pringgodigdo, mesin faks adalah sistem transmisi tanpa kawat untuk gambar-gambar dan grafik-grafik dengan cara mengatur sinar cahaya dan foto elektrik sel serta mengubah bagian gelap dan terang dari suatu bahan sehingga dapat dipancarkan dalam suara, lalu pesawat penerima akan mengubahnya kembali seperti aslinya kepada kertas yang telah diolah secara ilmiah. Selain mengirimkan dokumen, mesin faks juga mampu menghantarkan citra foto dengan fasilitas half tone. Mesin faks biasanya terdiri dari modem, mesin fotokopi, alat pemindai gambar, dan alat pencetak data (printer).
Proses kerja
Proses kerja mesin faks diawali dengan keharusan bahwa penerima dan pengirim harus memiliki mesin faks. Pengirim akan memasukkan dokumen yang hendak dikirim ke bagian feeder mesin faks dan selanjutnya menekan nomor telepon mesin faks yang dituju. Ketika koneksi telah terjadi dengan mesin faks tujuan, maka mesin faks akan melakukan scanning dengan membaca area yang sangat kecil pada dokumen tersebut. Mesin faks tersebut akan mengubahnya menjadi suatu sinyal listrik untuk kemudian menerjemahkan daerah yang dibaca sebagai daerah gelap atau terang dengan menandainya “0” untuk gelap dan “1” untuk terang. Sinyal listrik tersebut lalu ditransmisikan melewati saluran telepon dan menuju mesin penerima faks. Mesin penerima tersebut kemudian menangkap dan mengartikan sinyal listrik untuk membuat suatu dokumen yang persis sama dengan aslinya dan kemudian mencetaknya.
[sunting] Sejarah
Mesin faks primitif yang pertama ada di dunia dibuat dan dipatenkan pertama kali oleh Alexander Bain, seorang fisikawan Skotlandia, pada tahun 1843. Awalnya Alexander Bain tengah mengembangkan alat komunikasi telegraf. Dalam penelitiannya, proses pengiriman telegraf menggunakan jarum piringan hitam yang menempel pada pendulum, yang melalui bentuk metal untuk mengenali titik-titik gelap atau terang pada dokumen plat metal yang sedang dikirim. Pendulum pada mesin penerima membuat suatu noda pada kertas kimiawi ketika titik gelap dikirim dalam saluran telegraf. Penemuan inilah yang menjadi bentuk awal dari mesin faks. Mesin faks awal Bain ini berdasarkan prinsip kerja jam elektrik yang sebelumnya ia temukan.
Ide tentang mesin faks ini kemudian diperbaiki oleh Frederick Bakewell. Bakewell kemudian membuat beberapa perbaikan pada desain awal Bain dan mendemonstrasikan karya tersebut pada suatu pameran besar di London tahun 1851. Ternyata sistem awal yang dibuat oleh Bakewell dan Bain masih sangat lemah dan hanya mampu menghasilkan gambar dengan kualitas buruk. Hal ini terjadi karena masih buruknya sinkronisasi pada mekanisme sistem pengiriman dan penerimaan. Tahun 1861, seorang fisikawan Italia yang bernama Giovanni Casseli, berhasil menciptakan pantelegraf. Ia kemudian membuka layanan komersial telefaks yang pertama di antara Lyon dan Paris, pada tahun 1865, 11 tahun sebelum adanya penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell. Tetapi bisnis ini berjalan sangat lambat, hingga akhirnya ditutup setelah berjalan selama lima tahun.
Seorang penemu Inggris, Shelford Bildwell, menyusun suatu scanning phototelegraph, yaitu suatu telefaks mesin pertama yang mampu melakukan scanning dalam bentuk dua dimensi asli dan tidak lagi membutuhkan penyusunan dan penggambaran awal. Penemuan ini terus dikembangkan oleh banyak para ahli hingga pada tahun 1929 telah ditemukan hellschreiber oleh Rudolf Hell, yang menjadi pionir dalam mekanisme pengiriman dan scanning dokumen pada mesin faks.
Meskipun peralatan untuk mengirimkan dokumen cetak secara elektronik telah ada sejak awal abad ke-19, namun mesin faks mulai banyak digunakan dan dianggap menguntungkan pada pertengahan tahun 1970-an. Mesin faks digital pertama pada masa itu menjadi sangat popular di Jepang karena adanya kebutuhan yang sangat penting terhadap mesin faks. Sebelumnya, banyak orang yang menggunakan teleprinter yang tidak dapat mengirim pesan dalam bahasa Jepang karena bahasa tulis Jepang memiliki terlalu banyak huruf dan tanda yang tidak akan muat keseluruhannya jika diletakkan pada keyboard Karena itu, akhirnya masyarakat Jepang banyak yang menggunakan mesin faks karena lebih mudah menulis tangan kemudian mengirimkannya melalui mesin faks daripada harus mengetiknya terlebih dahulu. Namun seiring berjalannya waktu, mesin faks menjadi begitu mudah dijangkau sehingga akhirnya terkenal ke seluruh dunia.
Meskipun banyak pihak terus berusaha meningkatkan kemampuan mesin faks, teknologi tersebut harus menghadapi persaingan dengan sistem yang berbasis internet. Sistem ini telah berkembang demikian pesat dan banyak orang mulai menggunakannya. Tetapi, mesin faks tetap memiliki manfaat, terutama dalam hal pengiriman materi tertentu yang belum mampu dilakukan oleh internet. Bahkan di banyak negara yang penandatanganan kontrak secara elektronik dianggap tidak sah, maka eksistensi mesin faks terus terjaga.
[sunting] Kertas faks
Dalam mencetak dokumen melalui mesin faks, digunakan kertas khusus yaitu thermal paper yang peka panas (heat-sensitive thermal). Thermal Paper adalah kertas yang dipenuhi dengan bahan kimiawi yang akan [erubah warna ketika dipanaskan. Kertas ini biasa digunakan pada pencetak termal. Permukaan thermal paper dilapisi campuran bahan pewarna yang padat dan kandungan yang sesuai, seperti fluoran leuco dye dan octadecylphosphonic acids. Thermal paper mengandung konsentrat Bisphenol A yang cukup tinggi, yaitu bahan pemecah endokrin.
Untuk tindakan pencegahan, dalam dunia bisnis, kertas termal mesin faks tidak dapat diakui sebagai bukti nyata dalam hukum undang-undang, kecuali jika telah disalin terlebih dahulu. Hal ini terjadi karena tinta yang digunakan pada kertas faks mudah luntur, terutama jika disimpan dalam waktu yang lama. Selain itu, kertas tersebut juga mudah tergulung dan gambar atau tulisan rentan pudar jika terkena sinar matahari.
[sunting] Kemampuan
Ada beberapa indikator yang berbeda dalam mengukur kemampuan mesin faks yaitu melalui grup (group), kelas (class), kecepatan transmisi data (data transmission rate), dan kesesuaian dengan rekomendasi ITU-T. mesin faks biasanya menggunakan standar sambungan PSTN dan nomor telepon. Alasan utama kesuksesan mesin faks adalah bahwa setiap negara di dunia menggunakan standar yang sama, yaitu grup 3. Para ahli percaya bahwa grup 3 berpotensi untuk terus mengalami kemajuan dan perbaikan di masa yang akan datang. Mesin grup 4, yang bekerja empat kali lebih cepat, telah tersedia tetapi hanya dapat bekerja pada sistem pertukaran dalam telepon digital.
[sunting] Penggolongan transmisi
Mesin faks senantiasa mengalami perkembangan, terutama dalam hal perbaikan kecepatan transmisinya. Hal ini terjadi karena semakin besar kecepatan transmisi, semakin cepat pula dokumen dapat terkirimkan. Penetapan transmisi tersebut dilakukan oleh badan pengawas standar peralatan mesin faks atau ITU-T. tingkat produksi mesin faks berdasarkan penggolongan durasi waktu transmisinya yaitu:
* Golongan I (G1) : waktu transmisi 6 menit
* Golongan II (G2) : waktu transmisi 3 menit
* Golongan III(G3) : waktu transmisi kurang dari 1 menit
* Golongan IV (G4) : waktu transmisi 10 detik
[sunting] Pemilihan mode
Dalam mengirimkan suatu dokumen, mesin faks menyediakan tiga pilihan mode, yaitu:
* Mode standard. Mode ini merupakan cara tercepat dalam mengirim dokumen yang juga berarti lebih hemat pulsa. Tetapi kualitas hasil pengirimannya terkadang kurang baik. Terlebih jika dokumen tersebut bukan asli atau hasil foto kopi.
* Mode fine. Dalam mode ini resolusi hasil pengiriman lebih baik tetapi membutuhkan waktu transmisi yang lebih lama pula.
* Mode superfine. Mode ini mampu menghasilkan hasil kiriman paling baik di antara kedua mode sebelumnya, yang akan sangat berguna untuk pengiriman dokumen yang sangat penting. Tetapi waktu yang dibutuhkan dalam pengiriman juga jauh lebih lambat.
[sunting] Keunggulan dan kekurangan
Mesin faks membantu pengiriman suatu dokumen ke tempat yang jauh dalam waktu singkat. Ketika mengirim dokumen ke tempat yang jauh, maka mesin faks akan mengirim lebih cepat dan spontan melampaui kinerja pengiriman surat melalui pos. Namun kekurangan mesin faks dalam kualitas telah menurunkannya dalam posisi di bawah surat elektronik atau email sebagai bentuk alat transfer dokumen secara elektronik yang telah tersebar luas dan digunakan banyak sekali orang.
[sunting] Referensi
* Pringgodigdo. 1973. Ensiklopedia umum. Jakarta: Yayasan Kanisius.
* Roddy, Dennis. 1995. Electronic Communications. New Jersey : Prentice Hall International Editions.
* Fukazawa, H. (2001). "Identification and quantification of chlorinated bisphenol a in wastewater from wastepaper recycling plants". Chemosphere 44: 973–979
[sunting] Pranala luar
* http://www.geocities.com/sandy_sheva2nd/elektro_folder/faks
* A Brief History of Facsimile, at HFFAX wireless facsimile site
* http://www.pengetahuan-teknologi.blogspot.com
Selasa, 04 Mei 2010
पॉवर supply

ATX
From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas
Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi , cari
This article is about the computer form factor. Artikel ini adalah tentang komputer faktor bentuk. For other uses, see ATX (disambiguation) . Untuk penggunaan lain, lihat ATX (disambiguasi) .
ATX motherboard. ATX Motherboard.
Computer form factors Faktor bentuk komputer Name Nama PCB size (mm) PCB ukuran (mm)
WTX WTX 356 × 425 356 × 425
AT AT 350 × 305 350 × 305
Baby-AT Baby-AT 330 × 216 330 × 216
BTX BTX 325 × 266 325 × 266
ATX ATX 305 × 244 305 × 244
EATX (Extended) EATX (Extended) 305 × 330 305 × 330
Konektor
ATX I/O plates ATX I / O piring
On the back of the system, some major changes were made. Pada bagian belakang sistem, beberapa perubahan besar dibuat. The AT standard had only a keyboard connector and expansion slots for add-on card backplates. Standar AT hanya memiliki keyboard konektor dan slot ekspansi untuk pengaya backplates kartu. Any other onboard interfaces (such as serial and parallel ports ) had to be connected via flying leads to connectors which were mounted either on spaces provided by the case or brackets placed in unused expansion slot positions. Setiap antarmuka onboard lainnya (seperti serial dan port paralel ) harus terhubung melalui terbang mengarah ke konektor yang terpasang baik pada tempat yang disediakan oleh kasus atau kurung ditempatkan di posisi slot ekspansi yang tidak terpakai. ATX allowed each motherboard manufacturer to put these ports in a rectangular area on the back of the system, with an arrangement they could define themselves (though a number of general patterns depending on what ports the motherboard offers have been followed by most manufacturers). ATX motherboard memungkinkan setiap produsen untuk meletakkan port ini di area segi empat di bagian belakang sistem, dengan suatu perjanjian yang mereka bisa mendefinisikan diri mereka (meskipun beberapa pola umum tergantung pada apa port menawarkan motherboard telah diikuti oleh sebagian besar produsen). Generally the case comes with a snap out panel, also known as an I/O plate, reflecting one of the common arrangements. Umumnya kasus ini datang dengan snap keluar panel, juga dikenal sebagai I / O piring, mencerminkan salah satu pengaturan umum. If necessary, I/O plates can be replaced to suit the arrangement on the motherboard that is being fitted and the I/O plates are usually included when purchasing a motherboard. Jika perlu, I / O piring dapat diganti untuk menyesuaikan dengan pengaturan pada motherboard yang sedang dipasang dan I / O piring biasanya disertakan ketika membeli motherboard. Panels were also made that allowed fitting an AT motherboard in an ATX case. Panel juga dilakukan yang memungkinkan pemasangan motherboard AT dalam kasus ATX.
ATX also made the PS/2-style mini-DIN keyboard and mouse connectors ubiquitous. ATX juga membuat PS/2-style mini-DIN keyboard dan konektor mouse di mana-mana. AT systems used a 5-pin DIN connector for the keyboard, and were generally used with serial port mice (although PS/2 mouse ports were also found on some systems). AT menggunakan sistem 5-pin DIN konektor untuk keyboard, dan umumnya digunakan dengan tikus port serial (meskipun PS / 2 port mouse juga ditemukan pada beberapa sistem). Many modern motherboards are phasing out the PS/2-style keyboard and mouse connectors in favor of the more modern Universal Serial Bus . Banyak motherboard modern phasing out keyboard dan konektor tikus PS/2-style demi yang lebih modern Universal Serial Bus . Other legacy connectors that are slowly being phased out of modern ATX motherboards include 25-pin parallel ports and 9-pin RS-232 serial ports . konektor warisan lain yang secara perlahan sedang dihapus dari motherboard ATX modern termasuk 25-pin paralel port dan 9-pin RS-232 serial port . In their place are on-board peripheral ports such as Ethernet , FireWire , eSATA , audio ports (both analog and S/PDIF ), video (analog D-sub , DVI , or HDMI ), and extra USB ports. Di tempat mereka papan periferal port-on seperti Ethernet , FireWire , eSATA , port audio (analog maupun S / PDIF ), video (analog D-sub , DVI , atau HDMI ), dan tambahan USB port.
LPX LPX 330 × 229 330 × 229
microBTX microBTX 264 × 267 264 × 267
NLX NLX 254 × 228 254 × 228
Ultra ATX Ultra ATX 244 × ? × 244?
microATX microATX 244 × 244 244 × 244
DTX DTX 244 × 203 244 × 203
FlexATX FlexATX 229 × 191 229 × 191
Mini-DTX Mini-DTX 203 × 170 203 × 170
EBX EBX 203 × 146 203 × 146
microATX (min.) microATX (min.) 171 × 171 171 × 171
Mini-ITX Mini-ITX 170 × 170 170 × 170
EPIC (Express) EPIC (Express) 165 × 115 165 × 115
ESM ESM 149 × 71 149 × 71
Nano-ITX Nano-ITX 120 × 120 120 × 120
COM Express COM Express 125 × 95 125 × 95
ESMexpress ESMexpress 125 × 95 125 × 95
ETX/XTX ETX / XTX 114 × 95 114 × 95
Pico-ITX Pico-ITX 100 × 72 100 × 72
PC/104 (-Plus) PC/104 (-Plus) 96 × 90 96 × 90
ESMini ESMini 95 × 55 95 × 55
Beagle Board Dewan Beagle 76 × 76 76 × 76
mobile-ITX mobile-ITX 60 × 60 60 × 60
ATX ( Advanced Technology Extended ) is a computer form factor specification developed by Intel in 1995 to improve on previous de-facto standards like the AT form factor . ATX (Advanced Technology Extended) adalah bentuk komputer faktor spesifikasi yang dikembangkan oleh Intel pada tahun 1995 untuk memperbaiki standar sebelumnya-de facto seperti faktor bentuk AT . It was the first big change in computer case , motherboard , and power supply design in many years, improving standardization and interchangeability of parts. Ini adalah perubahan besar pertama dalam kasus komputer , motherboard , dan power supply desain dalam bertahun-tahun, meningkatkan standarisasi dan pertukaran bagian-bagian. The specification defines the key mechanical dimensions, mounting point, I/O panel, power and connector interfaces between a computer case , a motherboard , and a power supply . Spesifikasi mendefinisikan dimensi kunci mekanik, titik mount, I / O panel, kekuasaan dan antarmuka konektor antara kasus komputer , sebuah motherboard , dan power supply . With the improvements it offered, including lower costs, ATX overtook AT completely as the default form factor for new systems within a few years. Dengan perbaikan itu ditawarkan, termasuk biaya yang lebih rendah, ATX mendahului AT sepenuhnya sebagai faktor bentuk standar untuk sistem baru dalam beberapa tahun. ATX addressed many of the AT form factor's annoyances that had frustrated system builders. ATX banyak ditujukan gangguan bentuk AT faktor yang telah frustrasi pembangun sistem. Other standards for smaller boards (including microATX , FlexATX and mini-ITX ) usually keep the basic rear layout but reduce the size of the board and the number of expansion slot positions. standar lain untuk papan kecil (termasuk microATX , FlexATX dan mini-ITX ) biasanya menyimpan tata letak belakang dasar tetapi mengurangi ukuran papan dan jumlah slot ekspansi posisi. In 2003, Intel announced the BTX standard, intended as a replacement for ATX. Pada tahun 2003, Intel mengumumkan BTX standar, dimaksudkan sebagai pengganti ATX. As of 2009 [update] , the ATX form factor remains a standard for do-it-yourselfers; BTX has however made inroads into pre-made systems. Pada tahun 2009 [] update , faktor bentuk ATX tetap menjadi standar untuk do-it-yourselfers; BTX namun telah membuat terobosan ke dalam sistem pra-dibuat.
The official specifications were released by Intel in 1995, and have been revised numerous times since, the most recent being version 2.3, [ 1 ] released in 2007. Spesifikasi resmi yang dirilis oleh Intel pada tahun 1995, dan telah direvisi beberapa kali sejak, yang sedang versi terbaru paling 2,3, [1] dirilis pada 2007.
A full size ATX board is 12 in × 9.6 in (305 mm × 244 mm). Sebuah papan ukuran penuh ATX adalah 12 pada × 9,6 di (305 mm × 244 mm). This allows many ATX form factor chassis to accept microATX boards as well. Hal ini memungkinkan faktor bentuk ATX chassis banyak untuk menerima microATX papan juga.
Langganan:
Komentar (Atom)
